Monthly Archives

June 2017

Panduan Perjalanan

Jakarta – Lampung via Tol Laut (Tj. Priok – Panjang)

Berawal dari rencana overland di Pulau Sumatera dengan budget terbatas, saya dan Bimo browsing cara yang paling murah ke Lampung dari Jakarta. Karena sedang puasa, opsi hitchhiking sama sekali nggak dilirik. Pilihan kami jatuh pada Kapal Ferry via Tol Laut Jakarta – Lampung (Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang). Dengan biaya Rp. 55.000 per orang, masih lebih murah dan praktis dibanding harus berganti-ganti transportasi dari Jakarta ke Merak – Bakauheni – Lampung.

Kapal Ferry jurusan ini sudah berjalan sekitar satu tahun, dalam satu hari ada tiga jadwal keberangkatan, kapalnya relatif masih baru, tapi peminatnya sedikit. Wajar sih menurut saya, kenapa? Continue Reading

Cerita Perjalanan

DARI TEBET KE TIBET (4) : Hari Pertama di Chengdu

Baru kali ini saya bangun tidur dan langsung merasa asing dengan suasana sekitar.

Udara yang kering. Suara orang bercakap-cakap dengan bahasa yang tidak saya pahami. Berbagai aroma yang tidak pernah saya cium sebelumnya. Semua terasa berbeda. Syukurlah orang yang tidur di sebelah saya tidak ikut-ikutan menjadi asing, masih Bimo. Hehe…

Saya membuka jendela kamar, berharap bisa melihat pemandangan yang menarik. Tapi yang terlihat hanya bangunan lain yang persis bersebelahan dengan hostel kami. Bersamaan dengan jendela yang terbuka, masuk juga hawa dingin dan aroma masakan. Di luar sudah cukup terang, tapi suasana sepi sekali.

Ternyata enak juga traveling tanpa harus terburu-buru menyesuaikan jadwal perjalanan. Saya masih lelah dan malas untuk pergi-pergi. Setelah segala kehebohan sehari sebelumnya, saya akan menghadiahi diri sendiri dengan waktu ekstra untuk tidur dan leyeh-leyeh. Lagipula kami belum tau mau ke mana. Chengdu adalah kota paling akhir yang ditambahkan ke itinerary, karena fokus ke Nepal dan Tibet, riset kami tentang kota ini sangat minim. Kami harus mencari info lebih lanjut tentang tempat yang bisa dikunjungi selain penangkaran Panda. Continue Reading

Cerita Perjalanan

DARI TEBET KE TIBET (3) : Menuju Chengdu

Drama Di Bandara

“NGGAK ADA!!!!”

“Mestinya ada di dompet, sebelum berangkat kan kita ambil uang di ATM, nih liat uangnya ada. Tapi kartunya mana??”

Saya terduduk di lantai, di depan konter check-in, mengeluarkan isi dompet dan mengosongkan saku-saku ransel. Perjalanan kami belum juga dimulai, dan musibah pertama sudah datang. Kartu ATM yang berisi dana perjalanan kami raib entah dimana. Mungkin tertinggal di mesin ATM sebelum kami berangkat ke bandara, atau terjatuh dari dompet waktu saya membayar taxi. Butuh setahun lebih persiapan kami untuk perjalanan ini, belum sampai 2 jam setelah meninggalkan rumah sudah berantakan dan terancam gagal.

Saya panik dan kesal luar biasa. Semalam nyaris tidak tidur karena terlalu bersemangat dan berulang-ulang re-check barang yang akan kami bawa. Begitu keluar rumah menuju bandara malah ngantuk dan kurang fokus.

Selesai check-in, saya menghitung, di dompet ada uang 230 ribu rupiah, 300 yuan dan 300 USD. Cukupkah untuk kami berdua bertahan dua bulan di tiga negara? Bimo mondar-mandir sambil mengusulkan beberapa solusi, sementara saya hanya duduk dengan pikiran kosong. Ingin rasanya saya menangis, tapi karena terlalu lelah mikir, jadinya malah bengong.

Terdengar panggilan untuk penumpang AirAsia tujuan Kuala Lumpur agar masuk ke ruang tunggu.

Oh Syit! itu pesawat kami. Continue Reading

Cerita Perjalanan Tips Perjalanan

DARI TEBET KE TIBET (2) : Persiapan Menuju Tibet

Rute sudah ada, waktu sudah ditentukan. Kami membuat check-list detail apa saja yang harus dilakukan sebelum kami berangkat. Secara garis besar, yang harus disiapkan adalah dokumen perjalanan (visa China, visa India, Tibet Travel Permit), barang-barang kebutuhan (obat, pakaian, alat elektronik, perlengkapan musim dingin, dll), memilih travel agent di Tibet, dan memastikan tidak ada masalah yang tidak perlu ketika kami kembali ke rumah (makanan yang membusuk di kulkas misalnya).

Kami pun harus mengatur ketat budget perjalanan. Awalnya, banyak tempat yang ingin kami singgahi. Tapi kami sadar bahwa kemampuan keuangan kami terbatas. Perjalanan ini penting, tapi hidup kami setelahnya juga penting. Kami tidak mau memaksakan kalau harus menguras habis isi tabungan kami, atau sampai berhutang. Masa iya asik-asik traveling ke Negara orang, sampai rumah sendiri malah menderita. Continue Reading

Cerita Perjalanan

DARI TEBET KE TIBET (1) : Berawal Dari The Secret Life of Walter Mitty

 

“Kita ke Nepal, yuk!”

“Iya boleh.” Seperti biasa, Bimo cuma mengiyakan ajakan saya yang sering impulsif.

“Ayolah dijadiin, aku bosen nih. Kayanya trekking di Nepal seru.”

“Ya udah sana, cari info, cari tiket.”

Hih! jawabnya nggak niat. Sebel. Lebih antusias dong.

Kami baru saja nonton The Secret Life of Walter Mitty, dan saya langsung merengek untuk ke Nepal. Saya begitu terhanyut mengikuti perjalanan Walter Mitty mencari negative #25. Ikut berdebar-debar dengan petualangan Walter di Greenland, terkagum-kagum melihat cantiknya bentang alam Iceland, dan sampailah Walter di Himalaya.

Himalaya! Continue Reading

Uncategorized

Akhirnya Nge-blog juga!

Kami sedang duduk di common room sebuah hostel di Chengdu, mengatur nafas setelah berkeliling beberapa blok di sekitar hostel.

“Selamat siang” seseorang menyapa dengan logat yang kaku.

Kami celingak-celinguk mencari sumber suara, di ruangan itu hanya ada kami berdua dan seorang pria bule. Siapa pula yang menegur kami dengan kata selamat siang?

“Apa kabar?” suara yang sama. Dari si pria bule yang duduk di depan meja kami.

Bukannya merespon sapaannya, kami malah terdiam karena takjub, bagaimana bisa di tengah daratan Cina yang teramat luas ini kami bertemu dengan bule berbahasa Indonesia? Continue Reading