Panduan Perjalanan

Jakarta – Lampung via Tol Laut (Tj. Priok – Panjang)

Berawal dari rencana overland di Pulau Sumatera dengan budget terbatas, saya dan Bimo browsing cara yang paling murah ke Lampung dari Jakarta. Karena sedang puasa, opsi hitchhiking sama sekali nggak dilirik. Pilihan kami jatuh pada Kapal Ferry via Tol Laut Jakarta – Lampung (Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang). Dengan biaya Rp. 55.000 per orang, masih lebih murah dan praktis dibanding harus berganti-ganti transportasi dari Jakarta ke Merak – Bakauheni – Lampung.

Kapal Ferry jurusan ini sudah berjalan sekitar satu tahun, dalam satu hari ada tiga jadwal keberangkatan, kapalnya relatif masih baru, tapi peminatnya sedikit. Wajar sih menurut saya, kenapa?

Pertama, minimnya info pembelian tiket. Beberapa agen yang saya dapat dari internet ternyata sudah tidak menjual tiket yang dimaksud. Setelah dapat agen yang menjual, saya tidak bisa mengetahui jadwal keberangkatan kapal sampai sehari sebelumnya. Walaupun si agen sangat responsif dan dapat dihubungi 24 jam, saya tetap cemas siapa tau di jam yang saya pilih kapalnya tidak berangkat.

Kedua, di Tanjung Priok yang super luas, dermaga Ferry sangat sulit di temukan. Tidak ada petunjuk jalan sama sekali dan tidak jelas apa nama dermaganya. Yang kami tahu lokasinya ada di dekat pabrik Bogasari. Kami beruntung, setelah mengambil print tiket di agen, si mas petugas berbaik hati mengantar kami sampai di pintu masuk pelabuhan.

Padahal, rute Tol laut ini sangat efektif. Untuk penumpang tanpa kendaraan seperti kami, kami tidak perlu berpindah-pindah moda transportasi. Yang membawa kendaraan pun tidak perlu bermacet-macet Jakarta – Merak atau Bakauheni – Bandar Lampung. Tinggal beristirahat di kapal yang nyaman selama 8 jam waktu tempuh (ditambah waktu bongkar muat kendaraan).

****

Hari Minggu, 11 Juni 2017, kami sudah di pelabuhan sejak pukul 20.30 untuk keberangkatan pukul 23.59, sengaja datang lebih cepat karena khawatir nyasar dan susah mencari dermaga yang benar. KM Mutiara Sentosa III sudah bersandar, beberapa kendaraan besar masih mengantri untuk keluar. Ruang tunggu di pelabuhan cukup nyaman, luas, bersih, ber AC, ada kantin dan toilet. Oh ya, tiket bisa juga dibeli di pelabuhan, loketnya persis di depan ruang tunggu.

 

Jadwal Kapal Tj. Priok – Panjang

 

Ruang Tunggu di Pelabuhan

 

Setelah semua kendaraan keluar dari kapal, penumpang dipersilahkan naik dan diarahkan ke ruangan kelas ekonomi lesehan. Supir truk dan kendaraan besar diberi ruangan terpisah. Kalau ingin privasi yang lebih, bisa menyewa kabin yang diisi 2 atau 4 orang. Untuk kami ruangan ekonomi pun sudah cukup nyaman.

Kapal ini dilengkapi fasilitas kantin, mushola, klinik, ruang tv, dan yang agak kurang nyambung: kamar mandi model Onsen! Yah..maklumlah, kapal lungsuran dari Jepang, walaupun bak mandinya kering, tapi penumpang yang mandi pagi-pagi masih bisa kebagian air hangat.

Kami kurang tau apakah kapal berangkat tepat waktu, karena tidak lama setelah naik, sedikit ngobrol sesama penumpang, kami langsung tidur pulas. Saking pulasnya, kami kesiangan dan terlewat waktu sahur :’) .

 

Ruangan kelas ekonomi lesehan, ruangan bersih, ber AC, disekat untuk masing-masing penumpang, di ujungnya ada lemari untuk menaruh barang.

 

Kantin, selain menjual snack dan air minum, juga menjual nasi dan lauk-pauk.

 

Mushola Kapal

 

Toilet jongkok. Bersih dan air selalu mengalir.

 

Onsen kering yang tidak terpakai.

 

Shower a la Onsen, mandinya sambil jongkok

 

Sekitar pukul 9, kami dikejutkan oleh dentuman musik dangdut. Awalnya kami pikir suaranya berasal dari Karaoke room yang memang dangdutan dari semalam. Ternyata di sebelah ruang TV ada live music, dua orang biduan sedang asyik berjoget sambil menyanyi. Mungkin ini cara untuk membangunkan semua penumpang karena pukul 09.45 para ABK sudah berkumpul dan mulai mempersiapkan kapal untuk bersandar di Pelabuhan Panjang.

Tarik Maang!!… dangdutan dulu….

 

Geladak kapal bagian atas.

 

Pukul 11.10 kami sudah bisa keluar dari kapal, karena tidak bawa kendaraan, kami tidak perlu ikut mengantri. Tepat di depan kapal, sudah berjejer abang ojek yang siap mengantarkan ke pinggir jalan utama (Rp.10-15 ribu), dan disambung Bus TransLampung (Rp.6000) untuk sampai ke pusat kota.

Note : Tiket Ferry dapat dibeli di Agen Resmi Penyebrangan TOL Laut Tanjung Priok – Panjang, Lampung, RCW Group: Telp/sms/Whatsapp : 0852-1717-9696

No Comments

    Leave a Reply