Panduan Perjalanan

Road To Himalaya (8) : Berkunjung ke penangkaran Panda di Chengdu

Selain Tembok Besar, ikon negara China yang lain adalah Giant Panda. Dalam bahasa China, secara literal disebut sebagai “beruang kucing”, 熊猫 (Xiong mao). Disebut begitu karena bentuk fisiknya yang mirip beruang dangan karakter yang meyerupai kucing. Berbadan besar, berbulu tebal, dan cakar yang tajam, tapi tingkah lakunya lucu. Pernah nonton Kung Fu Panda 2? Scene dimana sekelompok Panda menuruni bukit dengan menggelindingkan diri benar-benar kami lihat langsung saat mengunjungi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, bedanya pada kehidupan nyata, Panda adalah hewan penyendiri yang tidak hidup secara berkelompok.

Sebelum berangkat ke Chengdu, kami sudah berniat untuk ikut kelompok tur dari hostel. Kami takut nyasar dan kesulitan bahasa, tapi dalam itinerary kami yang tidak seberapa, Penangkaran Panda ini adalah satu-satunya lokasi yang wajib dikunjungi di Chengdu. Ya nggak papa lah keluar uang lebih untuk ikut tur ke sini.

Tapi setelah kami sukses ke Bamboo Park, kami jadi pede untuk berangkat sendiri naik bus umum. Selain jauh lebih murah, penangkaran Panda ini sangat luas dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengelilingi seluruhnya. Biasanya kelompok tur hanya mampir di beberapa kandang utama, dengan waktu yang sangat terbatas.

****

Untuk mencapai lokasi, naik bus nomor 1 sampai terminal paling akhir, kemudian ganti bus nomor 87 dan turun di Halte “Xiongmao Jidi Station”, atau untuk amannya bilang saja Panda ke supir busnya. Biayanya hanya 2 Yuan/bus per orang. Kami sangat merekomendasikan untuk datang di pagi hari dan luangkan waktu yang cukup (selain melihat Panda, tempat ini sangat nyaman untuk sekedar jalan-jalan, bersih, tenang, taman-tamannya tertata rapi)

Kiri: Halte Xiongmao Jidi Station. Kanan: dari halte, tapak panda yang ada di trotoar ini mengarahkan kita ke lokasi penangkaran.

 

Pintu masuk Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding

 

Harga Tiket masuk 58 Yuan untuk orang dewasa (tahun 2015)

 

Di bus 87, kami berkenalan dengan seorang fotografer bernama Xu yang akhirnya menjadi guide dadakan. Dia mengajak kami mengambil rute yang paling jauh, mengelilingi semua kandang dan pusat atraksi yang ada. Dia juga menjelaskan banyak hal, bahkan dia cemas waktu tau tujuan utama kami adalah Tibet, sampai mengecek barang apa saja yang harus kami bawa dan mewanti-wanti supaya kami menjaga fisik dan kesehatan.

Peta Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Kami mengambil rute terluar dan sesekali memotong di tengah-tengah.

 

 

Tempat ini sangat bersih dan tertata rapi, karena kami datang pagi-pagi, suasana masih sepi. Dari kejauhan terlihat burung merak yang berjalan dengan santainya, sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran kami.

 

Oke, kembali ke Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Penangkaran ini dimulai pada tahun 1987 dengan 6 ekor Panda dan sekarang sudah lebih dari 120 Panda. Selain melihat Panda dari luar kandang, pengunjung bisa menjadi volunteer untuk memberi makan Panda dan memegang anak Panda (sepertinya dikenakan biaya lagi). Sayangnya waktu kami ke sana, sedang ada wabah penyakit sehingga pengunjung dilarang untuk menyentuh Panda, bahkan bayi Panda sama sekali tidak diperlihatkan (biasanya mereka diletakan dalam ruangan kaca yang bisa kita lihat dari luar) 🙁

Tiap Panda dewasa diberi kandang sendiri-sendiri. Waktu makan menjadi momen yang pas untuk mengamati tingkah laku Panda yang menggemaskan.

 

Panda remaja di dalam ruangan kaca.

 

Hewan lain yang menjadi primadona selain Giant Panda adalah maskot dari Mozilla Firefox: Red Panda. Walaupun sama-sama ‘Panda’, tapi bentuk Red Panda lebih mirip rakun daripada beruang. Walaupun demikian, sebenarnya nama Panda pertama kali dipakai oleh Red Panda, 48 tahun sebelum Giant Panda.

Red Panda. Secara fisik jauh berbeda dengan Giant Panda. Tapi tingkah lakunya sama-sama lucu

 

Persamaan dari kedua Panda ini adalah Kucing! Kok bisa? Kalau nama Giant Panda dalam bahasa China berarti beruang kucing, spesies Red Panda (Ailurus fulgens sp) dalam bahasa Yunani berarti fire-colored/ shining Cat, kucing yang bersinar!!! (Hehe.. ini hanya cocoklogi versi Georney).

Selain kedua hewan diatas, kita bisa menjumpai burung merak, angsa hitam, angsa putih dan beberapa hewan lain yang berkeliaran bebas di area penangkaran. Jangan lupa mengunjungi pusat edukasi Panda, segala hal tentang hewan ini bisa dijumpai dari layar interaktif. Jadi tanpa harus menyewa guide-pun sudah mendapat cukup informasi.

Merak dan Angsa hitam, berkeliaran bebas di area penangkaran

 

Puas berkeliling dan bersantai, menuju pintu keluar terdapat Giant Panda Kingdom Post Office, sayangnya waktu saya kesini tutup. Padahal saya sudah berniat membeli kartu pos dan meminta cap posnya, saya sudah membayangkan lucunya cap pos berbentuk panda.

Giant Panda Kingdom Post Office

 

Satu fakta kurang penting, toilet di sini adalah toilet umum terbersih selama perjalanan kami di China dan Tibet.

Fakta menarik tentang Panda

Giant Panda adalah mamalia yang termasuk ke dalam famili Ursidae, yaitu keluarga beruang, ciri khasnya adalah rambut tebal berwarna hitam dan putih yang menyelimuti tubuhnya. Panda merupakan hewan endemik pegunungan China bagian tengah (Sichuan, Shaanxi, Gansu). Selain habitatnya yang sangat terbatas, ‘gaya hidup’ Panda membuat mereka hampir punah di alam liar. Panda adalah hewan penyendiri, mereka hanya mencari satu sama lain ketika musim kawin tiba. Panda betina biasanya melahirkan 1-2 anak yang lahir dalam keadaan buta, beratnya hanya sekitar 85-140 gram, perbandingannya sangat ekstrim dibanding bobot Panda dewasa yang mencapai 100 kg, sering kali anak panda yang baru lahir di alam liar mati karena tergencet oleh induknya sendiri.

Pemerintah China juga menerapkan kebijakan khusus, semua Panda yang ada di dunia ini adalah milik China. Kalaupun ada Panda di kebun binatang negara lain, statusnya adalah pinjaman dengan perjanjian-perjanjian yang mendukung penelitian dan konservasi Panda. Semua Panda yang lahir di luar negeri, harus dikembalikan ke China sebelum berumur 4 tahun. Hanya ada dua ekor Panda yang pernah diberikan pemerintah China dan menjadi hak milik Meksiko, hal ini terjadi karena Panda tersebut diberikan sebelum peraturan di atas diterapkan.

Sementara itu, Red Panda awalnya diidentifikasi sebagai keluarga rakun (Procyonidae), setelah DNA nya diteliti, ternyata ditemukan banyak kesamaan dengan keluarga beruang dan berubah menjadi Ursidae famili. Kemudian penelitian lebih lanjut menetapkan famili baru dalam sistem taksonomi untuk Red Panda, yaitu Ailuridae.

Selain di China, Red Panda dapat ditemukan di Nepal, Bhutan dan Myanmar. Walaupun sebarannya lebih luas dari Giant Panda. Hewan ini juga termasuk dalam hewan yang hampir punah.

Berminat untuk melihat Panda secara langsung?

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    TYRA
    November 10, 2018 at 10:05 am

    owalah seru nih pergi liburan sambil beradaptasi dengan hewan secara langsung kesini

Leave a Reply