All Posts By

georney

Cerita Perjalanan

Menuju Nepal

Mengumpulkan niat untuk menulis yang lebih serius, ternyata tidak semudah yang direncanakan. Empat bulan yang lalu, saat blog ini dimulai, saya sangat bersemangat untuk menuliskan perjalanan kami ke Himalaya dua tahun yang lalu. Saya ingin memindahkan catatan harian saya yang dipenuhi cerita tentang culture shock di Chengdu, tegangnya persiapan menuju Tibet, merana karena AMS, noraknya kami yang pertama kali melihat salju, berusaha memahami kultur dan sejarah Tibet, lolos dari bencana alam, pertolongan dari orang-orang baik yang membantu kami mengevakuasi diri, culture shock lagi di India, terpukau dengan indahnya Kashmir, dan lain-lain, dan sebagainya …. Continue Reading

Panduan Perjalanan

Jakarta – Lampung via Tol Laut (Tj. Priok – Panjang)

Berawal dari rencana overland di Pulau Sumatera dengan budget terbatas, saya dan Bimo browsing cara yang paling murah ke Lampung dari Jakarta. Karena sedang puasa, opsi hitchhiking sama sekali nggak dilirik. Pilihan kami jatuh pada Kapal Ferry via Tol Laut Jakarta – Lampung (Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang). Dengan biaya Rp. 55.000 per orang, masih lebih murah dan praktis dibanding harus berganti-ganti transportasi dari Jakarta ke Merak – Bakauheni – Lampung.

Kapal Ferry jurusan ini sudah berjalan sekitar satu tahun, dalam satu hari ada tiga jadwal keberangkatan, kapalnya relatif masih baru, tapi peminatnya sedikit. Wajar sih menurut saya, kenapa? Continue Reading

Cerita Perjalanan

DARI TEBET KE TIBET (4) : Hari Pertama di Chengdu

Baru kali ini saya bangun tidur dan langsung merasa asing dengan suasana sekitar.

Udara yang kering. Suara orang bercakap-cakap dengan bahasa yang tidak saya pahami. Berbagai aroma yang tidak pernah saya cium sebelumnya. Semua terasa berbeda. Syukurlah orang yang tidur di sebelah saya tidak ikut-ikutan menjadi asing, masih Bimo. Hehe…

Saya membuka jendela kamar, berharap bisa melihat pemandangan yang menarik. Tapi yang terlihat hanya bangunan lain yang persis bersebelahan dengan hostel kami. Bersamaan dengan jendela yang terbuka, masuk juga hawa dingin dan aroma masakan. Di luar sudah cukup terang, tapi suasana sepi sekali.

Ternyata enak juga traveling tanpa harus terburu-buru menyesuaikan jadwal perjalanan. Saya masih lelah dan malas untuk pergi-pergi. Setelah segala kehebohan sehari sebelumnya, saya akan menghadiahi diri sendiri dengan waktu ekstra untuk tidur dan leyeh-leyeh. Lagipula kami belum tau mau ke mana. Chengdu adalah kota paling akhir yang ditambahkan ke itinerary, karena fokus ke Nepal dan Tibet, riset kami tentang kota ini sangat minim. Kami harus mencari info lebih lanjut tentang tempat yang bisa dikunjungi selain penangkaran Panda. Continue Reading

Uncategorized

Akhirnya Nge-blog juga!

Kami sedang duduk di common room sebuah hostel di Chengdu, mengatur nafas setelah berkeliling beberapa blok di sekitar hostel.

“Selamat siang” seseorang menyapa dengan logat yang kaku.

Kami celingak-celinguk mencari sumber suara, di ruangan itu hanya ada kami berdua dan seorang pria bule. Siapa pula yang menegur kami dengan kata selamat siang?

“Apa kabar?” suara yang sama. Dari si pria bule yang duduk di depan meja kami.

Bukannya merespon sapaannya, kami malah terdiam karena takjub, bagaimana bisa di tengah daratan Cina yang teramat luas ini kami bertemu dengan bule berbahasa Indonesia? Continue Reading