Browsing Tag

chengdu

Cerita Perjalanan

Road to Himalaya (9) : (Berasa) Jadi Kriminal di Chengdu

“Hey, Nisa!”

Helena melambaikan tangan dari balik meja resepsionis, sebelah tangannya memegang gagang telepon. Saya mendekat dan duduk di depannya. Helena memberi isyarat untuk menunggu, sementara dia menyelesaikan percakapannya di telepon. Saya dan Bimo baru kembali dari bazaar Jumat di Masjid Huangcheng. Kami sudah check-out dari pagi tadi, dan kembali untuk mengambil barang yang masih dititipkan di hostel. Wajah Helena tampak serius mengamati selembar kertas : Fotokopian paspor saya.

“Can I see your passport? I need to check your family name.”

“ Hmm… sebenarnya saya tidak punya family name, tapi selama ini saya konsisten memakai nama belakang sesuai di paspor untuk urusan begini. Emang kenapa?” tanya saya heran sambil nyerahin paspor.

“Tadi polisi telepon ke sini, mereka tanya semua data kamu. Saya baca yang tertulis di paspormu, tapi mereka bilang ada yang salah.”

“HAH??…” Continue Reading

Panduan Perjalanan

Road To Himalaya (8) : Berkunjung ke penangkaran Panda di Chengdu

Selain Tembok Besar, ikon negara China yang lain adalah Giant Panda. Dalam bahasa China, secara literal disebut sebagai “beruang kucing”, 熊猫 (Xiong mao). Disebut begitu karena bentuk fisiknya yang mirip beruang dangan karakter yang meyerupai kucing. Berbadan besar, berbulu tebal, dan cakar yang tajam, tapi tingkah lakunya lucu. Pernah nonton Kung Fu Panda 2? Scene dimana sekelompok Panda menuruni bukit dengan menggelindingkan diri benar-benar kami lihat langsung saat mengunjungi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, bedanya pada kehidupan nyata, Panda adalah hewan penyendiri yang tidak hidup secara berkelompok. Continue Reading

Cerita Perjalanan kuliner

Road to Himalaya (7): Kuliner Halal di Chengdu

Sudah sejak lama kami ingin mencoba Chinese food di tempat asalnya. Kebetulan Chengdu adalah kota yang pas untuk kuliner karena pada tahun 2011 UNESCO menetapkan Chengdu sebagai ‘City of Gastronomy’. Demi bisa nyicipin makanan Sichuan yang bercitarasa pedas, kami sengaja menyisihkan budget lebih untuk kulineran. Bukan apa-apa, sebagai muslim di negara yang bukan mayoritas Islam, kami memang harus pilih-pilih apa saja yang boleh dimakan, dan biasanya di negara begini makanan halal jadi agak pricey. Continue Reading

Cerita Perjalanan

ROAD TO HIMALAYA (6) : Exploring Chengdu: Bamboo Park & North Railway Station

Sampai di hostel saya curhat ke Helena kalau kami gagal minum teh di People’s Park. Karena budget kami tipis dan kami tidak bisa terlalu bebas untuk mencicipi makanan lokal, mungkin nge-teh di taman menjadi hal yang paling mendekati untuk bersantai a la orang Chengdu.

“Ada satu tempat yang lebih sepi, dan lebih sedikit turis, tapi lokasinya jauh, kalau pakai taxi sih mahal, tapi kalian bisa naik bus”. Helena membuka peta dan menunjuk satu tempat, Bamboo Park.  Continue Reading

Cerita Perjalanan Panduan Perjalanan Travel

ROAD TO HIMALAYA (5) : Exploring Chengdu: Wenshu Monastery, Tianfu Square.

Chengdu adalah Ibukota Provinsi Sichuan, termasuk salah satu kota dengan populasi terbesar di China. Kalau dilihat di peta, tata ruang kotanya seperti jaring laba-laba, dengan Tianfu Square sebagai pusatnya. Kami sudah membayangkan, kota ini akan sangat menguji kemampuan menjelajah dan berkomunikasi. Kami tidak bisa bergantung pada bahasa dan aksara yang kami pahami. Walaupun sudah menghapal beberapa kosakata, tapi kami tidak bisa melafalkannya dengan benar. Yang bisa kami ucapkan hanya ‘Xie xie’ (terima kasih). Continue Reading

Cerita Perjalanan

ROAD TO HIMALAYA (4) : Hari Pertama di Chengdu

Baru kali ini saya bangun tidur dan langsung merasa asing dengan suasana sekitar.

Udara yang kering. Suara orang bercakap-cakap dengan bahasa yang tidak saya pahami. Berbagai aroma yang tidak pernah saya cium sebelumnya. Semua terasa berbeda. Syukurlah orang yang tidur di sebelah saya tidak ikut-ikutan menjadi asing, masih Bimo. Hehe…

Saya membuka jendela kamar, berharap bisa melihat pemandangan yang menarik. Tapi yang terlihat hanya bangunan lain yang persis bersebelahan dengan hostel kami. Bersamaan dengan jendela yang terbuka, masuk juga hawa dingin dan aroma masakan. Di luar sudah cukup terang, tapi suasana sepi sekali.

Ternyata enak juga traveling tanpa harus terburu-buru menyesuaikan jadwal perjalanan. Saya masih lelah dan malas untuk pergi-pergi. Setelah segala kehebohan sehari sebelumnya, saya akan menghadiahi diri sendiri dengan waktu ekstra untuk tidur dan leyeh-leyeh. Lagipula kami belum tau mau ke mana. Chengdu adalah kota paling akhir yang ditambahkan ke itinerary, karena fokus ke Nepal dan Tibet, riset kami tentang kota ini sangat minim. Kami harus mencari info lebih lanjut tentang tempat yang bisa dikunjungi selain penangkaran Panda. Continue Reading

Cerita Perjalanan

ROAD TO HIMALAYA (3) : Menuju Chengdu

Drama Di Bandara

“NGGAK ADA!!!!”

“Mestinya ada di dompet, sebelum berangkat kan kita ambil uang di ATM, nih liat uangnya ada. Tapi kartunya mana??”

Saya terduduk di lantai, di depan konter check-in, mengeluarkan isi dompet dan mengosongkan saku-saku ransel. Perjalanan kami belum juga dimulai, dan musibah pertama sudah datang. Kartu ATM yang berisi dana perjalanan kami raib entah dimana. Mungkin tertinggal di mesin ATM sebelum kami berangkat ke bandara, atau terjatuh dari dompet waktu saya membayar taxi. Butuh setahun lebih persiapan kami untuk perjalanan ini, belum sampai 2 jam setelah meninggalkan rumah sudah berantakan dan terancam gagal.

Saya panik dan kesal luar biasa. Semalam nyaris tidak tidur karena terlalu bersemangat dan berulang-ulang re-check barang yang akan kami bawa. Begitu keluar rumah menuju bandara malah ngantuk dan kurang fokus.

Selesai check-in, saya menghitung, di dompet ada uang 230 ribu rupiah, 300 yuan dan 300 USD. Cukupkah untuk kami berdua bertahan dua bulan di tiga negara? Bimo mondar-mandir sambil mengusulkan beberapa solusi, sementara saya hanya duduk dengan pikiran kosong. Ingin rasanya saya menangis, tapi karena terlalu lelah mikir, jadinya malah bengong.

Terdengar panggilan untuk penumpang AirAsia tujuan Kuala Lumpur agar masuk ke ruang tunggu.

Oh Syit! itu pesawat kami. Continue Reading