Browsing Tag

tibet

Cerita Perjalanan kuliner

Road To Himalaya (11): Lhasa

Tashi Delek!

Kereta yang kami naiki sampai di Lhasa lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.

Karena kami merasa kereta akan tiba lebih dari 2 jam lagi, kami santai-santai saja. Barang-barang masih berceceran, malah saya baru tertidur nyaman setelah sakit kepala jauh berkurang.

Kereta berhenti, kami pikir ini stasiun transit, tapi kok semua penumpang turun?? Setelah sadar ini stasiun akhir, langsung heboh mengemas barang, sambil ngedumel kenapa nggak ada pemberitahuan sama sekali (kemungkinan besar sih ada, kami aja yang gak paham dengan bahasanya, hehe..).

Kami berdua adalah penumpang terakhir yang turun dari kereta. Baru beberapa langkah, saya berhenti untuk mengikat tali sepatu. Tiba-tiba dari kejauhan seorang petugas berseragam meneriaki kami, saya masih cuek (model sepatu gunung di atas mata kaki, untuk nyaman dipakai ngiketnya butuh waktu), mungkin karena kami nggak bereaksi si petugas nyamperin, masih teriak-teriak, kali ini sambil nunjuk-nunjuk pake pentungan.

Heuh? Apa lagi ini?

Continue Reading

Cerita Perjalanan

Road To Himalaya (10): Menuju Tibet

Altitude Sickness!

Saya membuka mata dalam gelap dengan napas yang tersengal-sengal. Tenggorokan terasa kering dan sakit. Sekilas saya lirik layar ponsel, masih pukul 4 pagi. Hal terakhir yang saya ingat, setelah kereta tujuan Tibet ini mulai bergerak, saya minum antimo dan langsung merebahkan diri di kasur paling atas. Rupanya kalau malam lampu gerbong dimatikan, entah jam berapa, yang pasti setelah saya tertidur.

Karena rasa sesak ini tidak juga membaik, saya bangun untuk mengambil botol minum. Begitu posisi duduk, tiba-tiba kepala seperti dihantam sesuatu, super sakit! saya langsung ambruk lagi dan hanya bisa mengaduh pelan.

Saya meraba-raba dinding di atas kepala, mencari oksigen outlet dan membuka katupnya. Awalnya saya pikir dengan menghirup oksigen ekstra, semua rasa sesak dan sakit akan segera membaik, tapi salah, saya malah jadi mual. Saya menahan sesak dan sakit kepala sampai akhirnya tertidur lagi. Yang saya takutkan selama ini benar-benar terjadi, terserang Altitude Sickness. Continue Reading

Cerita Perjalanan

Road to Himalaya (9) : (Berasa) Jadi Kriminal di Chengdu

“Hey, Nisa!”

Helena melambaikan tangan dari balik meja resepsionis, sebelah tangannya memegang gagang telepon. Saya mendekat dan duduk di depannya. Helena memberi isyarat untuk menunggu, sementara dia menyelesaikan percakapannya di telepon. Saya dan Bimo baru kembali dari bazaar Jumat di Masjid Huangcheng. Kami sudah check-out dari pagi tadi, dan kembali untuk mengambil barang yang masih dititipkan di hostel. Wajah Helena tampak serius mengamati selembar kertas : Fotokopian paspor saya.

“Can I see your passport? I need to check your family name.”

“ Hmm… sebenarnya saya tidak punya family name, tapi selama ini saya konsisten memakai nama belakang sesuai di paspor untuk urusan begini. Emang kenapa?” tanya saya heran sambil nyerahin paspor.

“Tadi polisi telepon ke sini, mereka tanya semua data kamu. Saya baca yang tertulis di paspormu, tapi mereka bilang ada yang salah.”

“HAH??…” Continue Reading

Cerita Perjalanan

ROAD TO HIMALAYA (6) : Exploring Chengdu: Bamboo Park & North Railway Station

Sampai di hostel saya curhat ke Helena kalau kami gagal minum teh di People’s Park. Karena budget kami tipis dan kami tidak bisa terlalu bebas untuk mencicipi makanan lokal, mungkin nge-teh di taman menjadi hal yang paling mendekati untuk bersantai a la orang Chengdu.

“Ada satu tempat yang lebih sepi, dan lebih sedikit turis, tapi lokasinya jauh, kalau pakai taxi sih mahal, tapi kalian bisa naik bus”. Helena membuka peta dan menunjuk satu tempat, Bamboo Park.  Continue Reading